Showing posts with label Fanfic. Show all posts
Showing posts with label Fanfic. Show all posts

Jan 30, 2011

Kuch Kuch Hota Hai 13

title : kuch kuch hota hai 13
author : emiko 'reichan' shigenoi akira !! o(≧∀≦)o
genre : romance, angst, humour, smut !! yummy~
ratings : umm.. dont know!! hha. *author yg bener2 ga guna*
pairings : reita x ruki, reita x uruha, aoi x ruki
comments : I'M BACK~!!! penting apa???? hahaha. langsung aja dibacaaaaaaaa~~~~


[ prologue ] [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ] [ 12 ]

reita membuka jendela kamarnya. "hey langit, kau sedang mengejekku? kenapa kau ikut mendung begini? harusnya kau cerah di hari bahagianya ruki ini, biar aku--"

"dia tidak bahagia.."

reita terperanjat dan menoleh ke belakang. "a-ayah.. kau sudah bangun?"

"tadi mereka menelepon, mengingatkan kita.."

"hah mereka merepotkan sekali!" kata reita sambil bersiap-siap untuk mandi. "saat aku menikah saja aku tidak perlu menelepon orang-orang yg aku undang seperti itu.."

"karena kau spesial. ingat itu.." kai berjalan keluar dari kamar reita, namun dia terhenti. "jangan salahkan langit. dia begitu karena langit mengerti dirimu. ia sedih akan melihat pernikahan pasangan yg tidak saling mencintaimu.. langit yg bisu itu, selalu dapat mendengar suara hati kita, akira.."

"ayah.." reita terdiam dengan omongan kai.

"ayah akan bangunkan taka. kamu lekas mandi.." kai pun menutup pintu kamar reita. "Tuhan, tolonglah anakku. tolong.."

reita berjalan kembali ke jendela kamarnya. "hey, maafkan aku langit. ku perbolehkan kau menurunkan hujan, tapi nanti, saat air mata ini tidak dapat kubendung. berjanjilah untuk membantu aku menyamarkan air mataku nanti.."


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


reita tersenyum melihat taka yg masih sibuk memakai sepatunya. reita menghampiri taka. "kau sudah siap taka?" tanya reita sambil membenarkan rambut taka.

taka terdiam. dia melihat wajah ayahnya. mata itu.. senyum itu.. mereka semua palsu. "papih.. bolehkan kita tidak pergi hari ini?"

"hey, apa yg kau katakan?"

"aku.. aku.."

"i'm fine. kau tidak tau? papihmu ini sekuat Dwayne Johnson!"

"papih.." taka tidak tahan melihat ayahnya. dia pun memeluk ayahnya erat. "tolong, jangan seperti ini. jangan tutupi luka papih.. taka ngerti kok. maafin taka.."

"selama ada taka, papi takkan bunuh diri kok.."

"taka sayang papih.."


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


ruki melihat bayangannya di cermin. ia tersenyum pahit. kemudian dia melihat foto lamanya bersama reita yg sengaja ia selipkan di cermin. "aku memang berbeda dari aku yg dulu.. semua tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi. takkan pernah.." gumam taka perlahan.

"taka.. apa kah kau sudah siap?" tanya ibunya.

"tentu saja sudah. hahaha. aku lagi grogi.. ini pernikahanku."

"ibu mengerti.. tapi.."

"bolehkah aku minta waktu untuk sendiri. tenang saja ibu, aku tidak akan kabur dari rumah dan kawin lari dengan reita.. hehehe. aku hanya.. ini.. aku.." ruki menatap ibunya dengan penuh harapan ibunya mengerti apa yg ia katakan.

ibunya menunduk dan keluar dari kamar. "ibu mengerti nak. take your time.."

"ini tidak mudah.." ruki berlari ke balkon rumahnya dan menatap langit. "aku memohon keajaiban datang. aku.. aku mencintainya. aku mencintainya.."


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


reita sudah sampai di depan gedung resepsi pernikahan ruki dan aoi. dia melihat sekeliling. di sana penuh dengan mawar putih. "pernikahan yg indah.." gumamnya. dia pun masuk ke dalam gedung. pertama yg dia lihat adalah aoi. aoi tepat di hadapannya sedang berjalan menghampirinya dengan penuh senyuman. senyum tulus yg penuh kebahagiaan. entah dia akan kuat atau tidak melihat senyuman ruki nanti. akankah ruki memperlihatkan senyum yg sama dengan aoi?

"hei kawan.. akhirnya sang tamu kehormatan datang. ayo ikut aku, kau akan mendapatkan bangku terdepan.. hahaha." aoi merangkul reita dan menggenggam tangan taka. "apa kabar cintaku? miss your love?" taka menjawabnya hanya dengan senyuman.

"papih.. tolong jangan begini.." gumamnya dalam hati.

"ano.. aoi. dimana mempelai errr.. lelakimu. hehehe."

aoi terdiam dan menunduk. "dia memang masih mencintai ruki-ku.." ucapnya sangat perlahan.

"apa? ...aoi?"

"tidak apa-apa. sahabatmu itu seperti perempuan. kalau berdandan bisa menghabiskan waktu berjam-jam. fuuh. dia ada di kamar ganti di atas. kau boleh menemui dia. tapi jangan bawa dia lari yah? hahaha."

"kau bisa saja.. hahaha. baiklah. aku pergi dulu.."




reita membuka pintu kamar ruki perlahan. dia memasukkan kepalanya untuk melihat ke dalam, takut-takut ruki sedang berganti pakaian atau bahkan dia masih bertelanjang. "hey, singkirkan pikiran kotormu, reita!" bentaknya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya. dia pun masuk perlahan ke kamar ruki.

kamar itu kosong. hanya ada suara kipas angin yg berputar. dimana ruki? bukannya katanya di kamar? atau dia di kamar mandi? reita menoleh ke arah kamar mandi. tidak.. di sana kosong. "mungkin dia di balkon?" reita berjalan ke arah balkon.

"aku.. mencintai.. dia.. hanya reita.."

reita terkejut mendengar perkataan itu. dia terdiam dan sama sekali tidak dapat menggerakkan tubuhnya. di hadapannya ruki yg sedang menangis sambil berkata bahwa ia mencintai reita. apa ini kenyataan? ia memberanikan dirinya menghampiri ruki.

ruki membelalakkan matanya dan menoleh saat ia mendengar suara langkah kaki orang mendekatinya. di sanalah reita. "reita.. maaf. aku tida---"

reita segera mencium bibir halus ruki dengan segala perasaannya. tanpa ragu, ruki memeluknya dan membalas ciuman reita tersebut. "Tuhan, biarkan kami seperti ini untuk beberapa saat. Ini kesempatan terakhir kami. Kami yg saling mencintai ini akan segera berpisah. Tolonglah beri kami kesempatan. Hanya untuk sekali ini saja.. Aku mencintai dia, Tuhan.." ucap mereka dalam hati.

tanpa mereka sadari. di belakang pintu yg tidak tertutup rapat itu. ada aoi yg melihat kejadian itu. ia tidak pernah melihat ruki menciumnya dengan ekspresi seperti itu. bahkan ruki lebih sering menghindar dari ciumannya daripada membalas ciumannya. apa perasaannya pada ruki itu tidak sebesar perasaan reita pada ruki? apakah itu sebabnya ruki lebih memilih reita?

BRAKK. aoi membanting pintu yg ada di hadapannya. ia sudah tidak tahan lagi dengan drama ini. "KALIAN BERDUA!!!! KELUAR!!!!" bentak aoi. reita dan ruki menjauh dan tidak dapat berkata apa-apa lagi. aoi menghampiri mereka dengan raut wajah yg sangat menakutkan. dia menarik tangan ruki dan reita dan mengajak mereka ke pelaminan.

"apa aoi akan membatalkan pernikahan ini dan memberitahu semuanya tentang masalah ini?"

"apa aoi akan mengusir reita dari sini?"


mendengar suara ribut dari atas, semua orang yg ada di ruangan bawah pun melihat ke atas. di sana terlihat aoi yg menarik paksa reita dan ruki dari atas untuk turun. "apa yg telah terjadi dengan mereka?" itu yg ada di pikiran semua orang.

sesampainya dia di depan pelaminan, aoi mendorong reita dan ruki ke depan penghulu. "MEREKA!!!!" aoi turun dari pelaminan dan menghadap ke semua pengunjung sambil menunduk. "nikahkan mereka.."

"APA?!?!?!?"

aoi mengangkat kepalanya. "tujuan aku menikah, ingin melihat orang yg aku nikahi dan cintai ini, bahagia denganku. tapi ternyata tidak. dia lebih bahagia dengan orang lain. ini bukti cinta aku.. aku ingin melihat dia bahagia walaupun dengan orang lain." aoi tersenyum. "nikahkan mereka.. aku ikhlas."

reita menggenggam tangan ruki sambil meneteskan air mata. "reita, he's yours. now and forever.." dan pernikahan ini pun di mulai. dengan reita dan ruki sebagai pasangannya.

aoi berjalan perlahan keluar gedung. tiba-tiba ada tangan mungil yg menggenggam tangannya. "masih ada aku yg mencintaimu.." kata taka sambil tersenyum dan menggandeng aoi erat.


Kuch Kuch Hota Hai - Something Happened In My Heart


~ end ~
Share:

Dec 27, 2010

kuch kuch hota hai 12

title : kuch kuch hota hai 12
author : emiko 'reichan' shigenoi akira !! o(≧∀≦)o
genre : romance, angst, humour, smut !! yummy~
ratings : umm.. dont know!! hha. *author yg bener2 ga guna*
pairings : reita x ruki, reita x uruha, aoi x ruki
comments : I'M BACK~!!! penting apa???? hahaha. langsung aja dibacaaaaaaaa~~~~

[ prologue ] [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] [ 11 ]

"...rei..." ruki mendesah dan terus menerus menyebut nama reita. dia telah melupakan segalanya. yg ada di dirinya hanya dia, dan reita. perlahan reita membuka kancing baju ruki satu per satu sambil menciumi setiap jengkal tubuh ruki yang halus itu. ruki pun mempersilahkan reita melepaskan bajunya dari tubuhnya.

namun diantara matanya yang hampir terpejam karena kenikmatan yang ia rasakan, ia melihat sesuatu yg melingkar di jari manis tangan kanannya. cincin.. "AOI???" matanya terbelalak. dia mendorong tubuh reita dan berlari tanpa tujuan. dia menangis saat sadar apa yg telah ia lakukan dengan reita tadi.

"aku sudah memiliki aoi.. mengapa??? mengapa aku melakukan hal itu dengan reita???" tanyanya sambil terus berlari dan menangis.

saat kaki mungilnya tidak sanggup lagi untuk berlari, ia terhenti. ia bersandar di sebuah pohon di hutan itu. dia menangis sejadinya. "i love you.. aku cinta kamu. aku sangat mencintaimu.. aku tidak mencintai yg lain.. hanya kamu. dari dulu, hanya kamu di hatiku. aku tidak mencintainya.. hanya kamu. aku cinta kamu.." ia terus mengulang-ngulang perkataan itu.

sebuah tangan memeluk pinggang dia dari belakang. dan dia pun merasakan kecupan-kecupan hangat di lehernya. "mengapa aku merasa ini bukan dia?? perasaan apa ini??" tanya ruki dalam hati.

"aku juga sangat mencintaimu.."

"aku juga... cinta.. aku sangat cinta, kamu.." ruki memeluk dan menciumi bibir orang yg ada di hadapannya dengan penuh napsu. ia tidak tau apa yg telah ia lakukan saat ini..

"iya ruki aku tau, aoi sangat mencintai ruki.." ruki menjauhkan tubuhnya dari orang itu. ketika petir menggelegar dan kilatnya memberikan sedikit cahaya di langit, di sanalah ruki melihat. yg kini ada di hadapannya adalah aoi, bukan reita. "aku sangat mencintaimu, ruki.."


-------------------------------------------------------------


"hey hey, ada yang melihat taka?" tanya reita pada orang-orang yg ada di pondok naoyuki-san.

"taka di sini, pap.." teriak taka sambil melambaikan tangannya pada reita.

"ah kamu, bukan taka kamu tapi--"

"re-reita.."

reita membalikkan badannya dan melihat ruki yg ada di ambang pintu. "ruki kemana saja ka--"

"aww~ mengapa pintu pondok ini begitu pendek? apa mereka sengaja mengahalangiku untuk masuk?? menyebalkan!!" gerutu aoi sambil mengelus-elus keningnya.

melihat keberadaan aoi, reita mundur dan menggenggam jemari taka dengan erat. taka pun terkejut melihat aoi. ia takut. ia takut apa yg selama ini telah ia lakukan, akan berakhir sia-sia dengan keberadaan aoi. di sisi lain, reita dan ruki hanya dapat saling bertatap muka dengan raut wajah yg penuh kekhawatiran.

"hey, sepertinya aku mengenal kau.. umm.. di mana ya??" aoi menunjuk reita.

"iya.. kita.. kita pernah bertemu saat di Inggris. perjalanan bisnis.." jawab reita sambil menatap tajam aoi.

"ah kau benarrrrrr~~~ hahaha." aoi melirik taka dan tersenyum. "hey, apakah itu taka-mu?"

"iya.." reita memeluk dan menciumi kening taka. "ini taka-ku. hanya milikku.. satu-satunya taka-ku.."

"umm.. dia memang cantik, seperti yg kau bilang.. hehehe. tapi lihat.." aoi mencium leher ruki. "taka-ku tidak kalah cantik dan seksi kan? hehehe."

"aoi.. jaga sikapmu!!" bisik ruki.

"iya shiroyama-san, tolong jaga sikapmu di sini.." tegas reita.

"umm.. maaf, kami harus pamit sekarang." ruki pun pergi meninggalkan pondok sambil menarik aoi untuk ikut dengannya. "mengapa selalu berakhir seperti ini??? aku hanya ingin merasakan rasa cinta yg sesungguhnya, Tuhan.." bisik ruki dalam hati.


-------------------------------------------------------------


baru saja beberapa hari aoi tinggal di sana, tapi itu telah membuat perubahan sikap reita dan ruki yg cukup drastis. taka dan kai yg melihat kejadian itu pun menjadi khawatir. apa yg telah terjadi di antara mereka? ada apa sebenarnya? tapi di lain pihak, taka menyukai aoi. aoi dengan sifatnya yg supel dan ramah, membuatnya menganggap aoi sebagai sahabatnya. dia pun sering bermain dan bercanda dengan aoi.

mereka berdua sedang mengobrol di pondok sambil melihat-lihat foto di laptop aoi, taka terhenti saat melihat foto mesra aoi dan ruki. aoi tersenyum. "lihat kan? kami sangat serasi.."

"..." taka tidak bisa berkata apa-apa.

"tapi, tiap kali ia bersamaku dan kami berfoto bersama. aku selalu melihat ada sesuatu. ada beban di wajah ruki. sepertinya, dia tidak mencintaiku.."

"hey, mengapa kau berkata seperti itu, aoi-san??"

"karena aku tidak pernah merasakan cinta. aku memang mendengar kata cinta dari mulutnya, namun rasanya kata cinta itu tidak berasal dari dalam hatinya.."

"memang iya, ruki hanya mencintai reita.." ucap taka dalam hati.

"benar kan? kau merasakannya juga?"

"umm.. mungkin dia hanya malu mengungkapkan perasaannya padamu.."

"ya ya ya. aku harus terus berpikiran positif! iya tidak cintaku? hehehe."

taka duduk di pangkuan aoi. "hey, mengapa kau tidak menikahiku saja? jelas-jelas aku lebih cantik daripada ruki!"

"ah, itu yg membuatku dilema. aku memang mencintaimu, tapi aku akan ditangkap kepolisian!"

"eh? mengapa?"

"aku akan ditangkap karena kasus PEDOFIL! hahaha."


-------------------------------------------------------------


semua orang berkumpul di gerbang summercamp. mereka akan segera melepas kepergian ruki yg kembali ke rumahnya. sebenarnya ini terdengar seperti hal yg biasa. tapi di balik itu semua ada hal lain yg membuat mereka berat melepas kepergian ruki. ruki akan segera menikah sebentar lagi. bukan, ruki akan menikah minggu depan. dan aoi telah memutuskan untuk menghentikan ruki dari acara-acara summercamp selanjutnya. ini menjadi beban buat semua orang di summercamp. terutama reita. kapan lagi dia dapat bertemu dengan ruki?

"ini pertemuan terakhir kita???" tanya taka sambil menggenggam erat tangan ruki.

"tidak.. hey, kita masih bisa bertemu kapan saja. kau hanya tinggal mengontakku, dan kita dapat pergi bersama.. ya?" kata ruki sambil membelai pipi taka.

"dan kita masih dapat bertemu mereka di acara pernikahan mereka taka. bersikaplah dewasa sedikit." bentak reita dan meninggalkan gerbang untuk masuk kembali ke pondok.

"kau tidak ingin melihat ruki untuk terakhir kalinya?" tanya kai.

"cukup ayah. cukup dengan semua omong kosong ini."

"sampai jumpa kawan-kawan.. jangan lupain kakak yah? i'll miss you all!!" teriak ruki sambil masuk ke dalam mobil aoi. "sampai jumpa di pernikahan aku dan aoi, reita.. aku akan menikah dengan orang yg tidak aku cintai, di hadapan orang yg aku cintai nanti.. aku akan menunggu kehadiranmu, reita.."


~TBC~
Share:

kuch kuch hota hai 11

title : kuch kuch hota hai 11
author : emiko 'reichan' shigenoi akira !! o(≧∀≦)o
genre : romance, angst, humour, smut !! yummy~
ratings : umm.. dont know!! hha. *author yg bener2 ga guna*
pairing : reita x ruki, reita x uruha, aoi x ruki

 

[ prologue ] [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ] [ 10 ] 


hari ini reita pergi ke summer camp. dia membawa backpack dia dan segera pergi. dengan berbekal sandwhich buatannya, dia pun berangkat menyusul anak tercintanya. dia tidak peduli dengan keberadaan ayahnya. entah ayahnya akan ingat dan menjaga taka atau tidak..

dan hari ini pula hari pertama taka kecil di summer camp. karena hari pembukaan, Naoyuki-san berniat membuka acara dengan berdoa bersama di pondok miliknya. di sana lah taka akan bertemu dengan ruki.

"ayo anak-anak, mari kita berdoa demi keselamatan kita semua selama 2 minggu ke depan di summer camp ini.." teriak ruki. "ayo duduk yg rapih di bangku kalian. nanti setelah berdoa, kalian semua akan kakak beri kue lho! tapi kalo kalian tidak duduk dengan rapih, kalian tidak akan dapat kue itu.."

benar saja, hanya dengan omongan ruki, semua anak-anak itu pun menurut dan langsung duduk dengan rapih. tapi fokus ruki kali itu hanya pada taka yang sepertinya tidak pernah melepaskan pandangan dia darinya. "anak itu pasti tau sesuatu tentang aku. reita.. mengapa dia memiliki pandangan yang sama denganmu?" tanya ruki dalam hati.

-------------------------------------------------------------

"permisi.. ada tidak kereta untuk pergi ke summer camp?" tanya reita pada petugas di loket stasiun. dia sedang mengantri tiket ke summer camp. entah dia harus naik kereta apa. yang terpenting saat itu, dia bisa sampai dan bertemu dengan anaknya.

"maaf, tidak ada kereta menuju ke summer camp. mungkin anda lebih baik naik kendaraan umum.. umm.. kalau tidak salah, siang ini ada bis yang akan pergi ke sana."

"ah? benarkah? terima kasih.." reita berlari ke terminal terdekat. tapi.. "hey, memang di kota ini hanya ada 1 terminal bis apa??" reita baru menyadarinya. dia pun kembali masuk ke dalam stasiun dan antrian yang reita tinggalkan tadi sudah sangat panjang. padahal dia tidak ingin beli tiket, dia hanya ingin menanyakan dimana dia harus menunggu bis itu. karena dia malas menunggu, dia pun berlari ke terminal yang dekat dengan stasiun.




"ano.. bis yang ke summer camp yang mana ya?" lagi-lagi reita bertanya pada petugas loket, namun kali ini di terminal bis.

"oh, bis itu? baru saja berangkat tadi pagi.."

"UAPA??? bukannya seharusnya berangkat siang ini?"

"iya, keberangkatannya dipercepat karena kebetulan ada sesuatu disana yang membuat bis harus datang tepat waktu.."

"SESUATU DISANA??? BAGAIMANA DENGAN TAKANORI???" reita menggedor-gedor jendela petugas loket.

"si-siapa itu takanori??" petugas loket mulai menelepon petugas keamanan, takut-takut reita adalah salah satu penjahat yang mungkin sedang dicari polisi.

reita menempelkan wajahnya ke jendela petugas dan berteriak-teriak. "WHOAAAAAAAA~ BODOHNYA KAU INI! TAKANORI ITU ANAK GW!!!!!!" tiba-tiba petugas keamanan datang dan membawa reita ke kantornya. "eeeehhh?? mau dibawa kemana gw?? tidakkkkkkkkkkkk~~~"




"selesai.. begitu ceritanya. jadi??" reita sudah menceritakan bagaimana kejadian yang sebenarnya. dia malah sampai menceritakan saat dia lupa memakai celananya pada saat taka akan ijin ke summer camp.

"umm.. kalau begitu, anda bisa pergi sekarang.."

"BAGAIMANA DENGAN BIS MENUJU SUMMER CAMP??"

"apakah anda bisa tenang sebentar??" petugas itu mulai kesal dengan tingkah laku reita. "anda bisa ikut bersama truk yang akan mengangkut rumput kering. bis itu akan melewati summer camp, jadi mungkin anda bisa ikut bersama mereka."

"oke kalau begitu, dimana truknya?"

"tepat di belakang terminal ini.."

"oke bye!" reita segera berlari keluar kantor petugas tersebut.

"dasar orang gila.. SAMA-SAMA TUAN!!!" teriak perugas itu pada reita.

reita menengok dan tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. "TAK USAH SUNGKAN PADAKU~~~"

"eeeeeeeeehhhhhhhhh???"




taraaaaaaaaammmmmmmm. "duduk di belakang????? BERSAMA SAPI BAU ITU??" teriak reita kaget. ternyata truk yang seharusnya membawa rumput kering itu, ternyata membawa sapi juga. walaupun hanya membawa 2 ekor sapi, tapi tetap saja tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. apalagi reita harus duduk di belakang bersama sapi itu karena bangku depan sudah penuh. membuat keadaaan di siang itu menjadi "lebih baik".

"bagaimana tuan? anda masih mau ikut?"

"terserah lah.. asal beritahu tau aku kalau sudah sampai. aku akan membius tubuhku agar tidak mencium bau ketiak sapi-sapi itu!! liat delapan ketiak yang bau ituuuuu~~~" reita menutup hidungnya sambil menunjuk-nunjuk sapi yang sudah siap di atas truk.

"hahaha. anda sangat lucu.. baiklah. kita berangkat sekarang.."

"ayo--"

"anda mau cemilan?"

"CEMILAN YANG AKAN GW MAKAN BARENG KEDUA SAPIMU INI?? TERIMA KASIH!!!" teriak reita sambil naik ke atas truk dan menutup kepalanya dengan tasnya.

"have fun, tuan~~~" perjalanan panjang (dan bau) reita pun dimulai.


-------------------------------------------------------------

acara berdoa bersama dan makan kue bersama telah selesai. sekarang acara bebas. anak-anak mulai bermain dengan berbagai mainan yang ada di pondok itu. ternyata pondok yang terlihat biasa saja itu menyimpan banyak mainan. tidak salah kalau summer camp selalu ramai dengan anak-anak tiap tahunnya.

namun, taka-chan memilih untuk duduk dan bercanda dengan ruki saja. entah ada ikatan apa di antara mereka berdua, namun sejak pagi ini mereka mulai terlihat dekat. kai yang melihatnya dari jauh hanya tersenyum.

"hey kau lelaki tua!" sapa naoyuki-san dari belakang kai.

"apa kau bilang??? panggil saya, suzuki-san. sopan dikit kau!"

"hahaha. kau kan orang yang menurunkan bendera kebangsaanku??"

"maksudmu berdera pengkhianatanmu? ini negara jepang! bukan amerika~~"

"aku lahir di jepang, tapi dibesarkan di amerika. tentu saja aku lebih cinta negara yang membesarkanku!"

bletakk. kai menggetok kening naoyuki-san dengan pensil terdekat yang ia temui. "dasar kau pengkhianaaaaaaaaattttttt~~~"

dan tiba-tiba keramaian terhenti saat seseorang mendobrak masuk pondok. "TAKANORIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~~!!!!" teriak orang itu dari arah pintu pondok.

semua terdiam dan menatap aneh pada orang tersebut yang ternyata adalah reita. "papih?" tanya taka yang kaget melihat ayahnya datang ke pondok itu.

"reita??" ruki pun kaget melihat kedatangan reita.

"ruki? kau-- bagaimana kau?" reita yang datang dengan senyum yang sangat bahagia kini mulai memudar saat melihat seseorang yang ingin dia temui sejak dulu, kembali hadir di hadapannya.

"sepertinya kita harus bicara.." kata ruki dan segera menarik reita keluar dari pondok.

"hoeeekkkkk~ bau apa ini??" teriak taka dan beberapa anak-anak.

"papihmu bau, taka!" celetuk salah satu anak.

"sudah biasa!" jawab taka dan kai bersamaan.




ruki mengajak reita ke taman yang ada di belakang pondok. ruki tidak melepaskan tangannya dari reita sampai saat mereka duduk di bangku taman, ruki baru menyadarinya dan melepaskan genggamannya.

"umm.. maaf. aku tadi hany--"

"kaget kan?" tanya reita.

ruki menarik napas dalam. "fuuh. iya.. aku kaget melihatmu kembali ada dihadapanku.. hehehe. terlalu berlebihankah?"

"tentu saja tidak.. aku pun kaget. namun harus bagaimana lagi? mungkin kita seharusnya bertemu sekarang?"

"maksudmu?" ruki menatap wajah reita.

"aku... aku... ada pertanyaan yang ingin aku tanyakan sejak dul--"

"apa kabar reita?" ruki memotong omongan reita.

reita kaget dengan pertanyaan aneh ruki. "umm.. baik dan sedikit bau.. hahaha."

"hahaha. kau masih saja lucu~" kata ruki sambil mencubit pipi reita.

reita segera menggenggam tangan ruki yang mencubitnya itu. "jangan mengalihkan pembicaraan. mengapa kau pergi, ruki?" reita mendekatkan wajah ruki dengannya.

"aku.." entah insting atau apa, mata ruki langsung teralihkan oleh bibir reita yang kini ada dihadapannya. napas reita pun sudah menyentuh bibir dia karena semakin lama, wajah mereka semakin mendekat. ruki melihat kembali wajah reita. mata reita sudah mulai tertutup. dan bibir mereka pun sudah hampir tak berjarak.

"tidak bisa!" ruki mendorong badan reita. "aku harus merapihkan pondok, rei.. mungkin nanti kita bisa mengobrol lagi. hahaha. dadah." ruki meninggalkan reita sendirian di bangku itu.

"umm.. ya, dan.. umm.. maaf ruki. huff." reita menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu. "tidak banyak perubahan dari bibirnya. masih seperti dulu. hahaha. ah apa yang aku pikirkan? sebaiknya aku mencari tenda taka dan segera mandi! TAKA-CHAAAAAAAAAANNNNNN???" reita berjalan menuju lapangan, untuk mencari tenda taka.

tapi ternyata, taka selama ini mengintip mereka berdua bersama kakeknya. "mereka berdua lelaki yang bodoh!" gerutu mereka berdua, dari balik semak-semak.


-------------------------------------------------------------

sudah beberapa hari berlalu sejak kejadian di pondok. reita dan ruki pun terlihat semakin dekat. dimulai dari pertemuan mereka tiap malam untuk menidurkan taka, sampai mereka berdua pergi bersama hanya untuk berjalan-jalan mengitari summer camp.

taka pun sudah merasakan perubahan dalam hidupnya. dia merasa hidupnya sudah kembali lengkap dengan kedatangan ruki menggantikan posisi uruha. yah, walaupun uruha masih selalu di hatinya, tapi ini adalah pesan uruha kan? uruha berpesan agar ruki menggantikan posisi dia di kehidupan reita dan taka. taka pun bahagia karenanya.

dan malam ini menjelang malam terakhir mereka di summer camp. semua orang berkumpul di tengah lapangan, hanya di sinari oleh api unggun. "okeh! malam ini, kita akan main games! nama gamesnya, tebak judul film dan judul lagu!"

"horeeeeeeeeeeeeeeee~~~" teriak anak-anak serempak.

"kita bikin jadi dua kubu, di kubu kanan ada kelompok A! dengan anggota reita dan ruki! dan di kubu kiri ada kelompok B! dengan anggota suzuki-san, saya dan taka!" jelas naoyuki-san.

"eh? kok kagak adil? dan kenapa dari sekian banyak anak, cuman taka ajah yang diajakin jadi anggota? tidak adil!" protes reita.

"anda protes? minus 50! horeeeeeeee~~" teriak naoyuki-san diikuti dengan sorak sorai anak-anak yang ada disana.

"diam reita! kau hanya membuat kelompok kita kalah!" kata ruki sambil mencubit tangan reita.

"huh. terus saja bela dia! bete~" reita cemberut dan memalingkan wajahnya dari ruki.

"kalau begitu, peraturannya begini, masing-masing kelompok menunjuk 1 orang anggota untuk maju ke depan. dia harus memperagakan film atau judul lagu yang dimaksud dengan gayanya sendiri tanpa bantuan orang lain. dan anggota yang lain harus menjawab, boleh meminta bantuan dari belakangnya. tapi masing-masing tidak boleh memberi clue apa-apa. kalau anggotanya tidak bisa menjawab, boleh dilempar ke kelompok yang lainnya. kelompok yang bisa menjawab akan mendapat nilai 100 dan yang tidak bisa menjawab akan mendapat nilai minus 50! setuju?" naoyuki-san menjelaskan dengan panjang lebar.

"SETUJUUUUUUUUUUUU~~~" jawab semuanya.

"baiklah, dimulai dari kelompok B. karen belum apa-apa kan kelompok A sudah mendapatkan minus 50, jadi langsung dilempar ke kelompok B!" naoyuki-san segera bersiap untuk memperagakan film yang akan ia tunjukkan.

"sudah kuduga, ini semacam jebakan." gerutu reita sambil cemberut.

naoyuki akting berlari menuju ujung panggung. kemudian dia bergaya menjadi lelaki yang sedang merokok. dia terus mengulangi aktingnya itu sampai akhirnya kai mengerti dan mengacungkan tangan. "aku tauuuuuuuuuuu~~" kata kai. "hey, taka. kau yakin dengan jawabanmu?"

"sudahlah kek, percaya padaku!"

"MENGEJAR MAS-MAS?" kata kai ragu dengan jawabannya sendiri.

"benarrrrrrrrrrrrrrrr~~~" kata naoyuki-san sambil berlari ke kelompoknya dan melakukan tos ke semua anggotanya.

"hey, gampang sekali kalian menjawab?? udah janjian neh!" protes reita, lagi.

"mau protes lagi, pap?" ledek taka dari seberang.

"yayaya~ sekarang giliranku." reita maju ke atas panggung. namun, saat reita sampai di atas panggung, reita lupa dengan apa yang akan dia peragakan. dia pun berniat kembali turun panggung dan berganti dengan ruki. tapi seorang anak kecil naik ke atas panggung dan berbisik ke reita.

"apa kau bilang?? mana ada film seperti itu??"

"WOUY REITA!! BURUAN!!" teriak ruki yang sudah tidak sabar.

"DIAM KAU, PENDEK!!!"

"apa kau bilang?!?!?!" ruki marah dengan panggilan reita kepadanya.

"mau berantem? kalian langsung kalah lhooooooooo~~~" kai ikut meledek pasangan yang ada di hadapan mereka itu.

"baiklah.. lihat baik-baik. umm.. bagaimana aku melakukannya??" reita bingung sendiri dengan judul film yang anak kecil pilihkan itu. "kau harus membantuku hey anak kecil.." bisik reita pada anak kecil itu.

anak kecil itu segera meletakkan tangan reita di dada reita, kemudian memeluk tangan reita itu dan meletakkannya di dada dia. reita menaikkan kedua alis matanya. "hey hey hey, apa yang kau perbuat anak kecil?"

"diamlah, om!"

"baiklaaaaaahhh~ pakailah tanganku sesukamu!" kata reita pasrah. reita melirik ruki yang terlihat masih berpikir. "cepat ruki!!"

"AKU BUTUH WAKTU UNTUK BERPIKIR, YOU NOSELESS-MAN!!!" teriak ruki. semua orang yang melihat tingkah laku mereka tertawa dibuatnya. orang dewasa yang bersikap seperti anak kecil.

sesuatu terlintas di kepala ruki. dia tau jawabannya. "I LOVE YOU!!!" teriak ruki tiba-tiba.

"ru-ruki.." reita kaget dan terdiam. "ini bukan saatnya untuk menyatakan cintamu padaku.." kata reita terbata-bata.

"hey, itu judul lagunya. dasar aneh!"

"benarkah?" tanya reita pada anak kecil itu. dan anak kecil itu mengangguk.

"whoaahaahahah. kalian diminus 50 kalian ketidak kompakkan kalian! wooooooooooooo~~" ledek semua anak-anak yang ada disana termasuk taka, kai dan naoyuki-san. reita dan ruki hanya bisa menggaruk kepala mereka sambil tersenyum bersalah.

hujan turun tiba-tiba. ruki panik. dia mengarahkan anak-anak untuk berlari ke tenda mereka masing-masing. "ayo anak-anak, semua masuk ke tenda kalian!" teriak ruki. semua orang berhamburan. tapi hanya reita yang sama sekali tidak beranjak dari panggung. dia malah seperti menikmati air hujan yang menimpa wajahnya.

ruki meminjam payung dari salah seorang anak dan menghampiri reita. "reita!" ruki menyadarkan reita. "cepat kembali ke tenda anakmu, kau anak sakit jika hujan-hujanan seperti ini.."

"tidak apa-apa. mari kita cari tempat berteduh.." reita menarik tangan ruki dan mengajaknya ke sebuah pondok di tengah danau yang jauh dari lapangan dan pondok summer camp. mereka segera mengeringkan pakaian mereka. reita membuka baju dia agar dia tidak kedinginan. dan ruki? dia terlalu malu untuk melakukan itu. dia pun hanya mengeringkan rambutnya dengan syal yang selalu ia pakai.

"hey ruki, buka bajumu.." kata reita sambil mendekati tubuh ruki.

"STOP REITA! aku tidak akan membuka bajuku jika kau ada di hadapanku!" bentak ruki.

reita terus menghampiri ruki sampai ruki terpojok. ruki tidak bisa kemana-mana. pondok itu agak gelap dan tidak ada siapa-siapa. pada siapa dia akan meminta pertolongan? reita melempar syal yang masih melingkar di leher ruki. dia tidak memperdulikan dimana syal itu berada. dia mendekatkan tubuhnya ke tubuh ruki dan mencium leher ruki yang seputih susu itu dengan penuh kehangatan. "ini metode menghangatkan diri, ruki-ku.." tanpa sadar tangan ruki mengangkat wajah reita dan segera mencium bibir reita. dia ingin melakukan itu selama ini. dan dia mencium bibir reita itu penuh napsu. entah kapan dia akan memiliki kesempatan seperti ini lagi.


~TBC~
Share:

kuch kuch hota hai 10

title : kuch kuch hota hai 10
author : emiko 'reichan' shigenoi akira !! o(≧∀≦)o
genre : romance, angst, humour, smut !! yummy~
ratings : umm.. dont know!! hha. *author yg bener2 ga guna*
pairing : reita x ruki, reita x uruha, aoi x ruki

[ prologue ] [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ] [ 9 ]
 

hari ini reita pergi ke luar negri. dia harus melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari. tentu saja dengan meninggalkan taka dan kakeknya di rumah. namun reita sedikit lupa dengan sifat taka yang menurun darinya, taka tidak akan menyerah. taka pasti akan pergi ke SUMMER CAMP dengan ataupun tanpa ijin dari reita. dan reita benar-benar tidak menyadarinya.

summer camp akan dimulai lusa nanti. taka mempersiapkan segalanya. tidak lupa dia membawa foto mamihnya, uruha. dia mengecup kening uruha dan berkata "mamih, siap-siap untuk tersenyum di sana. papih akan menemukan cintanya, mam.."


-------------------------------------------------------------


reita baru saja sampai di Inggris. namun, dia tidak punya waktu untuk merapihkan barang-barang bawaannya di hotel karena dia akan terlambat untuk meeting dengan rekan bisnisnya. reita pun segera pergi ke tempat di mana ia akan melakukan meeting tersebut.

"whoaaaaaa~ udah rame banget! gimana gw bisa nemuin temen bisnis gw?" reita segera mencari rekan bisnisnya itu. dia tidak ingin terlambat. dia tidak ingin dicap sebagai orang yang selalu terlambat. yah walaupun saat dia kuliah dulu dia selalu terlambat.. hehehe. namun sekarang dia sudah besar dan memiliki seorang anak. dia harus berubah...


di rumah. "taka, cepat telpon kantor papihmu dan katakan kalau kau akan pergi walaupun tanpa ijin papih!!" kata kai sambil menyodorkan telepon pada taka.

"tapi kek, kalau ayah mengamuk?"

"langsung tutup teleponnya. kan papihmu tidak ada di sini. tidak mungkin dia bisa datang secepat itu! cepaaaaaattttttttt~~"

taka segera menelepon nomor kantor papihnya. "moshi moshi?"

sang operator pun menjawab telepon taka. "hello?"

"good morning.. can i have a talk with my dad?"

"your dad? who is your dad, my dear?"

"baka!! memangnya papihmu seterkenal itu apa? memangnya hanya kau saja yg memanggil papihmu dad?? cepat bilang nama asli ayahmu!!" kai memarahi taka sambil mencubiti pipi taka.

"can i have a talk with Mr.Suzuki Akira? It's Takanori."

"oh,i see.. okay. wait a minute."

"katanya tunggu, kek.."

kring. kring. kring. telepon kedua operator tersebut pun berdering. ia segera mengangkat teleponnya. "hello? may i help you?"

"good morning.. can i have a talk with Shiroyama Yuu from Japan?"

"okay. your name please?"

"it's Takanori.."

"okay, wait a minute.." operator terhenti. "this one is Takanori? and that one too? ah, whatever!" operator pun segera mengambil microfon dan memanggil reita dan aoi.




"I'm Suzuki Akira.." reita yg pertama menghampiri operator tersebut.

"umm.. wait a minute.. your phone is.." dia berusaha mengingatnya.

"hai, my girl. I'm Shiroyama Yuu~~ where's my phone?"

"umm.. okay.. Mr.Suzuki, you in line 2. and Mr.Shiroyama, you in line 1.."

"thanks.." jawab reita dan aoi.




"taka?" tanya reita.

"hah? sejak kapan kau mulai memanggilku taka?" dan ternyata, ini adalah ruki. Takanori Matsumoto. operator itu salah memberitahu reita dan aoi. dan reita pun akhirnya berbiacara dengan ruki.

"sejak kapan? ya sejak kau lahirlah! hey, kemana handphonemu yang papih belikan kemarin? buat apa menelepon ke kantor hah?"

"calm down.. geez!! kamu itu ngomong apa sih? aneh! kenapa pula aku harus memanggilmu papih? sudah merasa tua kau??"

"apa kau bilang?? TAKA!!!!"



"mmuuuuuaaaaaacccccchhhhhh~~~ my lovely taka~~~" aoi mencium mesra telepon itu dengan membayangkan kalau disana adalah ruki.

"hey, papih, ini anakmu. aku jijik mendengar kau menciumku, pap!" dengan memasang tampang annoyed, taka memberikan teleponnya pada kai.

"ow. my lovely taka ngerasa dirinya masih anak kecil? mmuuuuuuaaaaacccccchhh~ jadi aku pedopil neh?"

"hey sekarang yg bicara ini ayahmu! ayah cuman mau bilang kalau ayah mau pergi ke summber camp sekarang juga berama taka!"

"eh? ayah? maksudmu arwah ayah? ayahku sudah meninggal sejak aku kecil~~"

kai membanting teleponnya. "papihmu sudah gila. biarkan dia mati!"

"hahahahaha~~"



"TAKA!!!" teriak reita. "beraninya kau menutup telepon papih?"

"taka~~ my babe~~ my lovely taka~~~" aoi terus memanggil taka saat tidak terdengar lagi suara dari seberang. namun saat dia mendengar teriakan orang menyebut-nyebut nama taka, dia segera menengok orang di sampingnya. "hey, kau berbicara dengan taka juga?"

"eeeeeehhhh? kau juga?"

"hahahaha. ternyata operator cantik itu salah memberitahu kita.." aoi menutup teleponnya. "kenalkan, aku Shiroyama Yuu.."

"ah, pantas saja taka ku yg satu ini sedikit nakal.. aku Suzuki Akira." reita membalas juluran tangan aoi dan mereka pun berkenalan.

"taka-ku memang sedikit nakal. tapi dia sangaaaaaaattttttttt cantik lho!" kata aoi bangga, sambil mengedip nakal ke reita.

"taka-ku pasti lebih cantik dan pintar. dia anak berusia 10 tahun.."

"ah kau benar. taka mu pasti sangat-sangat lebih cantik dari taka ku!! hahaha."

"okay then, kayaknya aku harus pergi."

"okay.. bye!"

-------------------------------------------------------------
 

dear papih..
papih maaf, taka sama kakek harus pergi ke Summer Camp. ada sesuatu yang harus taka lakukan. umm.. yaitu BERLIBUR~~~ hahaha.
papih kagak usah khawatir atau takut taka kenapa-kenapa. taka pasti baik-baik aja kok..
huachiimm~~ umm.. taka cuman sedikit pilek!
dadah papih..


"sending~~~ whoaaaaam~ kakek, aku nyender di pundak kakek yah?"

"iya nak.. perjalanan kita masih jauh. nanti kalau sudah sampai, kakek bangunin kok..

"oyasumi kek~~"



"dengan ini summer camp dibukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~" sang pemilik summer camp, Naoyuki-san pun membuka pintu gerbang summer camp. taka berjalan perlahan sambil masuk ke wilayah summer camp. dia senang melihat banyak anak-anak seumuran dia yang ikut acara tersebut. tidak salah dia ikut kesini..

"taka.." seseorang menepuk pundaknya. "kakek mau memarahi pemilik summer camp ini. bagaimana bisa dia mengibarkan bendera amerika di tanah jepang ini??? bakaaaaaaaaaa!!"

taka hanya menjawab pertanyaan kakeknya dengan senyum. dia kembali memperhatikan sekelilingnya. "eh? siapa itu?" taka melihat seseorang keluar dari sebuh rumah kecil di tengah lapangan. dia membawa banyak sekali balon. orang itu memakai kaca mata hitam dan syal yg melingkari lehernya. "humm. dia ruki.. Takanori Matsumoto.."



"ayooooo~ siapa yg mau balon gratis? ayo kesini~~~" teriak ruki dari kejauhan.

tanpa harus menunggu lama, ruki pun sudah banyak dikelilingi banyak anak-anak. satu per satu balon yg dipegangnya habis. taka menghampiri ruki. dia ingin melihat ruki dari dekat. dia ingin melihat wajah kekasih tercinta papihnya itu..

"hai anak manis.. maaf, yg tadi balon terakhir.." kata ruki saat taka tepat berada di hadapannya.

"tidak apa.. aku hanya ingin melihat wajahmu.."

"wajahku? hahaha. namamu sapa adik manis?"

"namaku Takanori.."

"eh? namaku juga Takanori.. kita sama. hahaha."

"oh iya.. hehehe. papihku mengenalmu dan.. dia juga mencintai kamu.. dadah." kata taka dan dia pergi meninggalkan ruki.

"umm.. sepertinya tahun ini bakal banyak anak-anak yg aneh.. hehehe." ruki kembali masuk ke dalam rumah.


---------------------------------------------------------------------------------------------

setelah seminggu dia di Inggris, akhirnya dia sampai di rumah. saat dia membuka pintu rumahnya, rumah itu terasa sangat sepi. dan insting dia benar. NOBODY AT HOME!!

reita segera menelepon handphone kai. handphonenya tidak dapat dihubungi. saat dia akan menelepon handphone taka, dia terkejut melihat sesuatu di meja tamu.."taka kagak bawa handphone dia.." reita mengambil handphone taka dan membuka laptop ayahnya.

"mungkin mereka menitipkan pesan.."

saat laptop tersebut sudah menyala. 1 mail "aku berharap ini taka.."

dear papih..
papih maaf, taka sama kakek harus pergi ke Summer Camp. ada sesuatu yang harus taka lakukan. umm.. yaitu BERLIBUR~~~ hahaha.
papih kagak usah khawatir atau takut taka kenapa-kenapa. taka pasti baik-baik aja kok..
huachiimm~~ umm.. taka cuman sedikit pilek!
dadah papih..



"taka~~ kau menitipkan pesan yang membuat papih makin khawatir.. huhuhu."
 
-------------------------------------------------------------
 

"malam pertama di summer camp yah?" tanya ruki pada taka.

ruki mendatangi satu per satu tenda yg lampunya masih menyala. salah satunya adalah taka. taka belum bisa tertidur. dia pun terus memperhatikan poto mamihnya, berharap dia akan cepat terlelap.

"umm.. iya. hanya aku sedang kangen sama mamih.."

"mamihmu pasti sedang kangen kamu juga di rumah." kata ruki sambil mengelus rambut taka yang kini sudah berbaring di tempat tidur.

"mamih enggak boleh kangen aku. dia sudah tenang di atas sana. biar aku saja yang kangen padanya.. hehehe."

"umm.. mamih? di atas sana?"

"whoaaammm~ aku mau tidur dulu, takanori-san.."

"i-iya.. oyasumi.."

"oyasumi.." dan taka pun terlelap sambil memeluk poto uruha.

ruki keluar dari tenda taka dan melihat sekeliling. "sepertinya semua sudah tertidur.. wah, acara yg aku tunggu sudah dimulai!" ruki segera berlari ke dalam rumah kecil di summer camp itu.



"okay~~ it's MIYAVI SHOW!!! hohoho. malam ini terlihat agak suram! so sad~~ okay, sekarang malam yg special~ karena gw ngebolehin kalian buat kirim-kirim salam buat siaaaaaaaaaappppppaaaaa pun!! ada yg mau?" acara yg ruki tunggu-tunggu adalah miyavi show. karena dari sini dia bisa bertemu dengan aoi. di sini pula aoi mengajaknya untuk berkencan. entah kenapa dia tidak malu untuk melakukan itu. padahal dia yakin, reita suatu saat akan melihatnya juga di sana.

sesorang menghalangi kamera. "hey, lelaki bodoh! minggir kau~ aku ingin melihat sahabatku, miyavi~~"

"oh kau, kau menghalangi kamera. sebagai hukumannya, kau harus menyampaikan salam pada seseorang."

"i-iya.. aku memang ingin menyampaikan salam.."

"how lucky you~~ ayo ambil mic ini dan sampaikan salammu.."

"takanori.." ruki terkejut saat melihat orang yang kini ada di layar TV nya.

"re-reita.."

"takanori, cepatlah kau pulang.. aku.. aku sangat-sangat merindukanmu. aku tidak bisa hidup tanpamu.. kembalilah ke rumah, takanori.."

"reita???"

"so sweeeeettttt~ apa yg terjadi dengan dia?" tanya miyavi dengan nada sedih.

"takanori adalah anakku. dia pergi tanpa seijinku ke summer camp. kemarin saat aku pulang, dia sudah pergi dengan kakeknya. walaupun begitu, aku tetap mengkhawatirkan dia. tolonglah miyavi-san.. mungkin dia akan menurut denganmu."

"TAKANORI?? SUMMER CAMP??" tanpa harus menunggu acara favorit dia selesai, ruki segera berlari ke tenda dimana taka berada. dia menghampiri taka yg kini terlelap dan mengambil poto yg sedang ia peluk perlahan.

"ternyata ini anakmu, uruha.."


~TBC~
Share:

kuch kuch hota hai 9

title : kuch kuch hota hai 9
author : emiko 'reichan' shigenoi akira !! o(≧∀≦)o
genre : romance, angst, humour, smut !! yummy~
ratings : umm.. dont know!! hha. *author yg bener2 ga guna*
pairing : reita x ruki, reita x uruha

[ prologue ] [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ] [ 8 ]
 

"akira.. cepatlah. ayo kita sarapan!" teriak kai dari dapur. hari ini mereka harus bersiap untuk ke rumah keluarga takashima. hari ini mereka akan merayakan ulang tahun taka di sana. taka senang sekali saat tau kalau ulang tahunnya akan dirayakan di kampung halaman mamihnya.

"ya ya ya.. whoaaaaaa~ anak papih cepat sekali bangunnya!" reita mengecup kening taka. "otanjoubi omedetou, nak.. semoga--"

"JANGAN BANYAK BICARA! CEPAT BERDOA DAN MAKAN!! TAKA! BERDOA YG KHUSYU! JANGAN TERTAWA TERUS! PEJAMKAN MATAMU!"

"i-iya kek.." taka segera memejamkan matanya dan mulai berdoa. tidak lupa dia mengambil foto uruha dan berdoa sambil memeluk foto itu.

reita tersenyum melihat tingkah anak satu-satunya itu. perlahan dia mengambil foto uruha dari tangan taka dan menyimpannya di meja. "kau akan segera dewasa, takanori.."


reita dan taka segera menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa. saat taka sudah siap, ia teringat akan sesuatu. "hari ini, aku harus membuat mereka terkejut.. papih, kau akan segera menemukan cintamu.." dan taka pun segera memakai syal pemberian dari mamihnya.


-------------------------------------------------------------

sesampainya di osaka, saga telah menunggu kehadiran mereka. sakamoto telah berdiri dan melambaikan tangan pada keluarga suzuki. "taka, papih duluan. kau segera turun. papih tunggu di depan."

"iya pap, taka tinggal pake sepatu aja kok.."


saat papihnya sudah keluar, taka segera mendadani dirinya sama persis seperti ruki. syal hitam dan kaca mata hitam pun telah ia pakai. ia mengaca untuk terakhir kalinya. memastikan semua telah sesuai dengan yang ia mau..


"tak--" reita langsung terdiam saat melihat seseorang yang berjalan ke arah. "i-itu taka kan?" reita memastikan kembali penglihatannya dengan melihat taka lebih dekat. "ini taka papih? takanori suzuki kan?" tanya reita sambil mencubiti pipi taka.

"iya papih, memangnya papih kenal taka yang lain?"

"t-tidak.. hahaha. ayo kita berangkat. sana kau sapa kakekmu.." reita menggandeng taka ke saga. namun di dalam hati dia merasa sedih. taka membuatnya teringat akan seseorang.. takanori matsumoto.


-------------------------------------------------------------

"mempelai pria yang satu ini membutuhkan waktu yang sangaaaaaaaaaaatttttttt lama untuk berdandan. hey ingat! kau hanya seorang lelaki.."

"sudahlah ibu, kau sendiri yang menyetujui aku menikah dengan laki-laki. jangan kau bahas masalah gender ini. aku sudah menyayangi dia.. masa hanya masalah lama berdandan saja kau sampai membahas gender seperti itu."

matsumoto kisaki pun menghampiri anak sulungnya itu. "kau hanya menyayangi nya? tidak mencintainya?"

"aku matsumoto takanori.. aku.. hanya mencintai seseorang di dunia ini, ibu.."

kisaki terdiam mendengar perkataan anaknya itu. "pernikahan itu masalah komitmen, bukan cuma iseng, takanori. ibu tidak ingin kau menyesal nantinya. pernikahan ini masih bisa dibatalkan.."

"ibu.." dan suasana ruangan pun menjadi hening. ruki dan kisaki hanya bisa bertatap muka. entah apa yang ada dipikiran mereka.


"ano.. matsumoto-san.. mempelai pria. umm.. calon suami taka sudah datang!" kata salah seorang pembantu mereka. membuat mereka berdua tersadar.

"ah iya, terima kasih. aku akan datang.." kisaki segera keluar dari kamar ruki. "ingat taka, ini tentang komitmen.."

ruki menghampiri cermin di kamarnya. di sinilah dia. berpakaian rapi. sebentar lagi dia akan dilamar oleh orang yang sangat mencintai dia. namun, apa dia juga mencintai lelaki itu..

"lelaki.. huff. lihat reita, tanpamu, aku masih bisa menikah. walaupun dengan lelaki yang tidak aku cintai.."

"whoaa~ kemana mempelai wanitaku?" teriak seseorang dari arah pintu masuk. ruki terperanjat, dia pun segera menengok, di sana lah dia. mempelai lelakinya..


-------------------------------------------------------------

ting. tong.

"comingggggggg~~" hiroto menghampiri pintu depan dan segera membukanya. ia kaget saat melihat tamu yang siang itu datang ke rumahnya. "takashima-san, suzuki-san.."



"tolonglah.. beri tau kami dimana ruki tinggal. kalau kau tidak mau, kau bisa hanya memberi kami nomor telepon yang bisa dihubungi. tolonglah.. demi uruha.." pinta kai. ya, taka sudah menceritakan masalah surat dari uruha ke kai dan saga. mereka pun setuju membantu taka untuk mencari ruki.

"tapi.. aku tidak bisa. aku sudah berjanji pada taka.." tolak hiroto dengan halus. taka memang sudah berpesan pada hiroto untuk tidak memberi tau alamatnya sekarang pada siapapun. terutama pada keluarga uruha dan reita.

taka menghampiri hiroto dan berdiri tepat di hadapan hiroto. "aku juga taka.. mau kah kau membantuku. ini aku lakukan demi mamih dan cinta papih. kita semua tau, reita akan selalu mencintai ruki. dan begitu juga sebaliknya. aku mohon.."

hiroto mengelus pipi halus taka. "anakku sayang, percuma kau lakukan itu. hari ini ruki akan bertunangan."

"a-apa?"

taka jatuh dan bersimpuh dengan tatapan kosong. dia terlambat. kekasih papihnya akan menikah. bagaimana taka bisa menghentikan pertunangan itu?

"mari kita duduk di ruang tamu dulu. aku akan membuatkan minuman hangat untuk kalian.." hiroto mengajak saga dan kai untuk duduk di ruang tamu. namun taka? dia terlalu syok saat mendengar berita itu. dia hanya bisa terduduk di sana. tak ada yang mau mengganggu dia untuk saat ini. hanya papihnya yang bisa menenangkan taka di saat seperti ini. namun reita tidak ada di sana. reita sedang mengunjungi makam uruha.


30 menit telah berlalu, taka masih belum beranjak. dia sudah menangis dan berteriak. kini dia hanya menunduk dan berdoa. berharap keajaiban akan segera datang. hanya doa yang tulus yang akan membawa kebaikan. walaupun kemungkinan doa dia kali ini akan terkabulkan, namun dia tidak akan berhenti untuk berdoa, demi mamih dan papihnya..

kring. kring. kring.

"ah, chotto.." hiroto ijin untuk mengangkat telepon rumahnya. "moshi moshi.. ah, matsumoto-san. hahaha. iya, hari ini saya tidak bisa datang. saya mohon maaf. bagaimana acara pertunangannya? ... oh, bagus kalau begitu. dan kapan pernikahan mereka? ..." hiroto lama terdiam. dia segera menjatuhkan telepon yang ada di genggamannya dan menoleh pada taka. "doa taka terkabul. PERNIKAHAN RUKI AKAN DITUNDA SAMPAI TAHUN DEPAN!! RUKI TIDAK AKAN MENIKAH SEKARANG!"


serentak hiroto, kai dan saga menghampiri taka dan memeluknya. inilah keajaiban. keajaiban yang mereka tunggu dari tadi. kini telah terwujud berkat doa tulus dari taka.


-------------------------------------------------------------

"bolehkah kita tidur sekarang juga? aku ingin menikmati tubuhmu ini.."

"TIDAK!! ini hari pertunangan kita! bagaimana bisa yang kamu pikirkan hanya sex saja?"

"SHIROYAMA-SAN~~~~" teriak ibu-ibu dari belakang ruki dan aoi. yah, benar. aoi adalah tunangan ruki. dia adalah pengusaha terkaya di osaka. kekayaaan dan ketampanannya membuat semua orang tua berharap anaknya dinikahkan dengan aoi, dengan shiroyama yuu. namun apa daya? aoi hanya mau menikahi lelaki. lelaki seperti ruki. ini membuat semua fans aoi sedikit kecewa.

aoi segera mengeluarkan tangannya dari saku belakang celana ruki. "ah, iya.. hahaha. konnichiwa~" jawabnya sedikit grogi. ruki hanya bisa tertawa. siapa suruh dia asal memasukkan tangan ke saku belakang celana orang? dasar hentai!

"aoi-sama, kau punya adik tidak? ayolah~ nikahkan saja dengan anakku yang manis itu. keluargamu tidak akan merasa kecewa dengan anakku. atau kau ingin memiliki istri kedua? hahaha." canda seorang ibu pada aoi.

aoi segera melingkarkan tangannya pada ruki. dia memeluk ruki dari belakang. tidak lupa dengan mengecup leher ruki yang seputih susu itu. "aku.. hanya mencintai lelaki yang sedang aku ciumi ini. adikku? dia sama sepertiku. dia hanya mencintai lelaki. bukan perempuan.."

"ah, sayangnyaaaaaaaaaa~~~"

"HENTIKAN, AOI!!" bentak ruki sambil mendorong badan aoi ke belakang dan mengajak aoi pergi ke kamar ruki.


"kenapa kau membawaku ke sini? sudah kubilang, kau tidak akan kuat tanpa sex lebih dari 5 jam!" kata aoi sambil mendorong badan ruki hingga jatuh di atas tempat tidur.

"aoi.. kita baru saja melakukannya 2 jam yang lalu. tepat sebelum kita berdandan.."

"benarkah? aku sudah lupa.. maukah kau mengingatkan aku?" tanpa permisi, aoi segera melahap tiap inci bibir manis ruki itu tanpa ada yang terlewat. ruki hanya bisa pasrah dan membalas ciuman panas dari aoi.

kring. kring.

"mmhh.. minggir aoi. aku akan menjawab telepon itu.." ruki mendorong badan aoi dari atas tubuhnya.

"biarkan mereka menunggu 30 menit lagi.. ayolah. jangan kau buat aku berdiri seperti ini tanpa ada sentuhan dari tangan halusmu itu.." aoi mengusapkan tangan ruki pada juniornya dan benar. he's hard. so hard..

ruki squezze aoi's junior dan segera menjawab telepon yang ada di meja di samping tempat tidur. "moshi moshi.."

"nngghh.. ruki. jangan cuman segitu.."

"moshi mosh?" dan yang menelepon ruki adalah taka. takanori suzuki.

"iya.. dengan siapa saya bicara?" tanya ruki.

aoi yang merasa tidak dianggap dengan ruki pun megambil telepon yang sedang ruki pegang. "telepon yang anda tuju sedang melakukan hot sex bersama kekasihnya. silahkan menelepon setelah kita selesai melakukan ronde ketiga!"

"AOI, APA-APAAN SIH KAU??" ruki merebut telepon itu dari aoi. "moshi moshi?"

"i-iya.. maaf kalau saya mengganggu.."

"ah, tidak--" ruki segera membanting teleponnya ke samping saata ia merasa celana panjang yang sedang ia pakai sudah menghilang. aoi telah membuatnya half naked. "aoi!!!"

"habis, kapan kita punya waktu bersama? besok aku harus ke inggris. dan kau? kau akan pergi ke acara murahan itu.."

"aoi, jangan bilang begitu! itu summer camp. tiap tahun pun aku selalu datang kesana. now, gimme my pants.."

"nooooooooooooo~~ listen, summer camp itu terlalu lama untukku menunggumu pulang ke kamar ini lagi. aku sekarang sedang kesal dengan pendeta tadi. dia menunda pernikahan kita hanya karena alasan-alasan aneh dia yang tidak kita mengerti. aku ingin hanya tinggal berdua denganmu. di rumah kita berdua.. ruki.."

"sabar sayang.. now, gimme my pants!"

"kau menyebalkan!!" aoi segera keluar dari kamat ruki dan meninggalkan ruki denan status half naked.

"dasar cowok aneh!" ruki mengambil celananya. namun ia teringat sesuatu. "ah, telepon!! moshi moshi?"

tut. tut. tut.

"ini semua gara-gara aoi! aku jadi tidak tau siapa yang meneleponku tadi!!!!!!"


kai dan taka tersenyum bersama. mereka merasa bahagia karena bisa mendengar suara ruki. hiroto telah mengalah dan memberikan nomor telepon ruki. "terima kasih, hiroto-san!! summer camppppppppp~~~~" taka dan kai pun berlari ke ruang kantor reita.


-------------------------------------------------------------

"NO SUMMER CAMP! NO SUMMER CAMP! NO SUMMER CAMP!!!!!!!" teriak reita.

"tapi papih, aku kan tidak pernah ikut acara sperti itu dari kecil. masa kau tidak ingin memberiku ijin sekali saja?"

"taka-chan.. listen, di sana itu jauh dan akan banyak orang yang ikut acara itu. memangnya kau tidak takut akan diculik mereka? sudahlah. summer holiday nanti, papih akan mengajakmu ke luar negri. papih mau pergi ke inggris. kau mau ikut?"

"aku mau nya summber camp! lagian kan aku pergi sama kakek! pasti aman!!!"

"benarrrrrr~~" jawab kai dengan bangga.

"memangnya sifat pelupa ayah sudah hilang? bagaimana kalau ayah lupa sama taka? lupa kalau ayah sedang pergi dengan taka? apa itu tidak bahaya apa?"

"ayolahhhhhhhhhhh~~~"

"NO FUCKING SUMMER CAMP!!!!!!" bentak reita tepat di depan muka taka.

"a-ayah membentak aku.." mata taka mulai berkaca-kaca.itu meluluhkan hati reita. reita baru sadar kalau selama ini dia tidak pernah seperti itu pada taka. kali ini dia terlalu keras pada taka.

reita menarik napas dan menghembuskannya perlahan. "listen taka, papih sayang banget sama taka. papih cuman kagak mau taka kenapa-napa.. okay?" kata reita sambil menghapus air mata taka.

"i-iya.."

"yaudah, ayah pergi dulu. papih harus mengurus keberangkatan papih. besok papih mau pergi bisnis. kamu jaga diri baik-baik yah.." reita berjalan keluar kamar.

"papih.." panggil taka.

"apalagi sayang? kan papih bilang NO.SUMMER.CAMP!!"

"bukan masalah summer camp. ano.. ayah lupa pake celana. ayah hanya memakai celana dalam.." reita melihat pakaian yang ia pakai. dan benar. dia memakai jas rapi namun ia lupa memakai celana panjangnya.

"hahaha. anak papih pinternyaaaaaa~~" kata reita sambil berlari ke kamarnya.


"jadi? beneran no summer camp?" tanya kai.

"tentu saja pasti akan ada. ayo siap-siap kek!!"


~TBC~
Share:

kuch kuch hota hai 8

title : kuch kuch hota hai 8
author : emiko 'reichan' shigenoi akira !! o(≧∀≦)o
genre : romance, angst, humour, smut !! yummy~
ratings : umm.. dont know!! hha. *author yg bener2 ga guna*
pairing : reita x ruki, reita x uruha

[ prologue ] [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] [ 5 ] [ 6 ] [ 7 ]
 
ruki berlari. terus berlari tanpa arah. yg terpenting saat itu, dia bisa jauh dari reita. cowok macam apa reita? kemarin dia bilang ke orang-orang "tidak boleh ada satu pun orang menyakiti ruki gw!!", tadi di backstage dia nyemangatin ruki. tapi sesudah acara, dia sudah ada di atas tubuh uruha sambil menikmati setiap lekuk tubuh uruha.

ruki tau, sudah sejak lama reita menyukai uruha. dan kebiasaan reita untuk mengajak tiap orang yang ia suka untuk bercinta pun, sudah menjadi hobi reita yang bisa dimaklumi ruki. tapi mengapa? mengapa saat ia melihat kejadian tadi, hati nya sangat sakit?

untuk apa air mata ini keluar?

untuk apa hati nya begitu sakit?

untuk apa dia berlari tanpa arah ini?

apa dia mencintai reita?

apa reita mencintai uruha?

apa reita hanya ingin menikmati tubuh uruha?

apa dia harus menyerahkan tubuhnya untuk reita, sebagai bukti cintanya pada reita?

cinta? umm.. cinta..???


-------------------------------------------------------------

"ahhhhh~ REITAAAAAAAAAAAAA!!" teriak uruha. dia baru saja mencapai klimaksnya hanya dengan ciuman-ciuman reita ditubuhnya.

"wow! aku belum menyentuh bagian terpenting di tubuhmu, tapi kamu sudah keluar? ckckck. aku benar-benar membuatmu terpesona ya?" reita mencium kembali bibir manis uruha yang kini sudah mulai merah merekah.

"reita.. ngghh.. just do it.."

tindakan yang reita lakukan selanjutnya, membuat uruha bingung. bukannya dia segera memasukkan miliknya, tapi reita malah bangkit dari badan uruha dan memakai celananya.

"re-reita? apa yang kau lakukan?"

"maaf sayang, aku tidak akan melakukan hal yang tidak kau inginkan.."

"aku.." uruha menatap langit-langit ruangan itu.

"kamu masih tidak yakin dengan apa yang akan kita lakukan.." reita duduk kembali di samping uruha. "kau hanya terburu napsu. aku tidak akan menikmati sex pertama kita ini. aku akan buat kau tergila-gila padaku. dan yakin padaku.." reita memakai kaosnya dan berjalan menuju pintu keluar.

"tapi reita.. kau.. selalu melakukan ini dengan semua orang yang kau suka kan? kenapa kau tidak mau denganku?"

"karena kau special. aku tidak ingin ini hanya menjadi one night stand, uruha.. kau sangat special.." dengan itu, reita keluar dan menutup pintu.

uruha segera berpakaian kembali sambil termenung. "apa aku mencintai reita?"


-------------------------------------------------------------

dreeeeeeeet. dreeeeeeeet. dreeeeeeeet.

dreeeeeeeet. dreeeeeeeet. dreeeeeeeet.

ruki membuka matanya dan meraba-raba meja kecil yang ada di samping tempat tidurnya. "whoaammmmmmm~ jam berapa sekarang?" dia meraih handphone-nya. "masih jam 8 pagi.. OH SHIIIIIITTTTTTT!! FUCKIN' HANGOVER!!" ruki terjatuh lagi ke tempat tidurnya.

kepalanya sangat sakit akibat semalam dia terlalu banyak minum. untuk menghilangkan rasa sakit di hatinya, semalam ia memutuskan untuk pergi ke bar dan minum sebanyak-banyaknya. entah minuman apa saja yang dia minum semalam. yang ia tau, sekarang dia sudah ada lagi di tempat tidurnya dan.. ruki membuka selimutnya. dia lega, dia masih memakai baju lengkap.

perlahan dia kembali membuka matanya dan mengecek handphone nya. "8 missed calls? dari siapa aja neh?" dia membuka list nya. "uruha semua? eh? kenapa dia?"

tiba-tiba handphone nya bergetar lagi. ruki melihat siapa orang yang meneleponnya. "uruha?" dia segera mengangkat telepon dari uruha. "moshi moshi?"

"ah, ruki-kun! apa aku mengganggu pagi-pagi begini nelepon kamu?"

"umm.. ya, menurut kau?"

"yasudah, lebih baik aku menelepon lebih siang. se---"

"ah! chotto!! aku sekarang udah bangun. lebih baik kau bicara sekarang? untuk apa aku bangun tadi kalau ujung-ujung kau tidak jadi ngomong. ada apa?"

"i-iya.. hehehe. aku mau ngomong sama kamu.."

"eh? tentang?"

"ini tentang.. umm.." lalu uruha diam untuk beberapa saat. ia bingung harus berkata apa pada ruki. akankah ruki mendukung dia?"

"uruha?"

"ah, i'm here! just thinking.. hehehe. ini tentang reita.."

"ada apa dengan reita?"

"kau tidak mencintai nya kan?"

"WHAT?? FUCKING HELL NO!! ahahahaha." ruki tertawa pahit saat mendengar pertanyaan itu. rasanya ia ingin mengakui pada uruha kalau dia mencintai reita. tapi, dia masih belum yakin kalau apa yang ia rasakan saat itu adalah cinta. ia terdiam. dan tidak terdengar apa-apa dari uruha. ia pikir uruha tertidur atau dia meninggalkan teleponnya. saat ia ingin menanyakannya, ia kaget dengan pernyataan dari uruha.

"akucintapadamu"

"eeeeeeeeeehhhhhhh?? a-apa kata kau??" kalau bisa terjadi, mungkin saat ini kedua bola mata ruki sudah keluar dari kelopak matanya saat mendengar itu. uruha mencintai dia???? bagaimana bisa??

"aku cinta padamu. apa kau mencintai aku juga?"

"u-uruha.. aku.."

"just answer my question.."

apa yang harus aku jawab? mengapa hari ini terasa aneh? bagaimana bisa uruha mencintai aku?? tapi aku akan mengkhianati reita kalau aku jawab mencintai dia. tapi aku juga akan menyakiti uruha kalau aku jawab mencintai dia tanpa ada perasaan padanya sama sekali. ini sangat aneh! but.. hey! ini bisa jadi caraku untuk mengerjai reita.. mengerjai reita atau untuk bukti lain? bukti kalau reita mencintai aku atau tidak? reita mencintai aku atau uruha. reita! yousonofabitch! how dare you make me fallin' in love with you, dammit!!

"ruki?"

"ah, iya uruha.. aku.. cinta padamu.."

"WHOAAAAAAAAA~ SOU KA???"

"i-iya.. hehehe."

"terima kasih ruki. kalau aku ada di sampingmu, rasanya aku ingin memelukmu. menciummu!! hahaha. aku senang mendengarnya. apalagi kalau aku mendengarnya langsung dari dia--"

"d-dari dia? maksud kamu? siapa dia yang kau maksud?"

"oh, maaf ruki. bukan maksud aku mengerjai mu. i do love you. aku cinta kamu sebagai teman. kau pun mencintaiku seperti teman kan? tapi tadi aku hanya ingin latihan saja denganmu sebelum aku menyatakannya pada reita kalau aku mencintai dia.. hehehe. senang sekali rasanya walaupun aku hanya mendengarkan kata 'aku cinta padamu juga' dari kamu. aku--"

dan bla bla bla. uruha terus mengoceh tetang perasaannya pada reita. ruki hanya bisa diam terpaku dengan apa yang ia dengar. uruha bukan mencintai dia. uruha mencintai reita. dan reita menyukai uruha juga. ruki yakin, reita pasti mengatakan hal yang sama seperti apa yang ia katakan pada uruha tadi. reita.. reita kau..?? reita kau telah membuat hatiku ini sakit.. aku tidak kuat lagi.

"maaf, uruha. aku.. harus pergi ke kamar mandi." dia menutup teleponnya dan berlari keluar dari kost nya. dia berlari ke gedung kosong yang ada jauh dari kost nya. dia berteriak, menangis dan memukul tembok dengan segala kekuatannya. ia ingin mencurahkan segala kekesalannya, sakit hatinya pada reita. bagaimana bisa cinta pertama nya..??

"RUKI!!" teriak seseorang dari belakang ruki yang sedang terduduk di lantai gedung itu dengan berlinang air mata.

"hi-hiroto-san.. CINTA PERTAMA KU TIDAK TERBALASKAN.. REITA CINTA PERTAMAKU. REITA TIDAK MEMBALAS CINTAKU.." dan ruki pun menangis di pelukan hiroto.


-------------------------------------------------------------

esoknya reita berjalan di koridor kampus dengan senyuman bodoh yang sepertinya tak akan pernah terlepas dari wajahnya hari itu. dia tersenyum sambil menggandeng kekasih baru nya, uruha. semua orang menatap aneh pada mereka berdua. ada yang menatap uruha dengan tatapan "saat-kau-sendirian-tanpa-reita-akan-aku-cabik-cabik-wajah-cantikmu". ada juga yang menatap dengan tatapan "hebatnya-reita-bisa-mendapatkan-anak-rektor" dan sebagainya.

namun, hari yang indah itu hanya bertahan beberapa saat. "REITA!!" seseorang memanggil reita dan berlari menghampirinya. "kau sudah dengar kabar dari ruki?"

"ruki? hohoho. dia bilang hari ini dia tidak akan masuk kuliah.. aku tau itu. kau itu yang terlambat.."

"bukan hanya itu.. dia.. tadi pagi baru saja mengundurkan diri dari kampus ini. dia keluar. dia pindah ke kampung halamannya. dia tidak akan ngampus lagi di sini. kau tidak diberitahu itu?"

"WTF??? SHIT! RUKI!!" reita langsung berlari meninggalkan uruha.

"ano.. ruki sekarang ada dimana?"

"mungkin dia sudah ada di stasiun. tadi dia habis pamit dengan anak-anak.. mungkin kau masih bisa mengejar dia.."

uruha membungkukkan badannya dan pamit. dia mengejar reita ke parkiran. saat dia sampai di depan gedung kampus, reita sudah menunggu nya dengan wajah khawatir di depan gerbang. "AYOLAH URUHA!! KITA HARUS BISA MENGEJAR DIA!!" bentak reita.

uruha berlari menghampiri reita dan menaiki motornya. "ruki sudah ada di stasiun, tadi temanmu memberitahuku.."

"FUCK YOU, RUKI!!" reita menancap gasnya menuju stasiun.


-------------------------------------------------------------

"permisi.." reita menyapa penjaga stasiun di sana. "apa kereta menuju Okinawa sudah datang?"

"ah cepatlah. 5 menit lagi kereta itu berangkat!! keretanya ada di Jalur Dua!"

"ah, terima kasih.." reita menarik tangan uruha untuk segera mencari kereta tersebut.



"RUKI!! TAKA!! RUKI!!" reita meneriaki satu per satu jendela di setiap gerbong kereta itu sambil melihat apa kah ruki ada di dalamnya atau tidak. dan dia menemukannya. ruki.. ruki yang tidak bahagia. ruki yang pucat dan berlinang air mata. ruki-nya yang akan pergi meninggalkannya.

tanpa pikir panjang, reita masuk ke gerbong kereta itu. lagi-lagi meninggalkan uruha sendiri. uruha tidak bisa berkata apa-apa. apa hak dia melarang reita? reita hanya tak ingin berpisah dengan ruki-nya.. ruki-nya? sahabatnya? atau cintanya?



ruki melihat orang yang terburu-buru masuk ke gerbongnya. ternyata itu reita. dia segera menghapus air matanya. reita menghampiri dia. "apa yang kau lakukan? ujian semester sebentar lagi. gw kagak bakal bolehin lu pergi sampai kita selesai ujian semester ini!!" reita mengambil tas ruki dan menarik ruki keluar kereta.

ruki mengelak. "reita!!" reita membalikkan badannya dan menatap ruki. "gw tidak akan ikut ujian semester.."

"yasudah, kalau begitu gw juga tidak akan ikut ujian. kita berdua bisa iku--"

"gw tidak akan pernah ikut ujian susulan atau apa lah. gw tidak akan kuliah di sana lagi, reita! gw akan pergi!"

"siapa yang mengijinkanmu pergi?" reita menatap mata ruki tajam. dia benar-benar marah pada ruki.

"look, reita.. ayah gw sakit. ibu gw udah cukup kerepotan ngurus adik-adik gw yang masih kecil. dia butuh gw. mereka butuh gw."

"ya mereka BISA NUNGGU!! bisa nunggu lu, sampai lu udah selesai ujian.."

"mereka bilang gw harus berenti kuliah.."

"kenapa? kagak ada uang buat biaya-in kuliah? ada gw! ada uruha! ada kita yang bakal nanggung semua biaya hidup lu dan mungkin keluarga lu juga. kalo masih belum cukup, gw bakal kerja. masih belum cukup?"

ruki menunduk. "gw kagak bisa reita.. gw harus pergi."

"ruki.." reita menghapus air mata ruki. i need you. i need you here. just you.."

"gw mesti pergi.. ini udah keputusan gw."

"OKAY!!" reita membanting tas ruki.

"reita.."

"JANGAN PANGGIL NAMA GW LAGI! GW KAGAK KENAL LU!!" reita pergi meninggalkan ruki.

ruki menyimpan tasnya dan mengikuti reita yang turun dari kereta. "reita!"

"I DON'T FUCKING CARE!!"

"reita.. GW KAGAK BAKAL BALIK LAGI!!"

"gw kagak butuh lu!!"

"reita.. GW KAGAK BAKAL PERNAH BALIK KESINI LAGI!!"

"lalala~" dia menggandeng uruha yang terdiam melihat tingkah mereka berdua. uruha sakit melihat sahabat itu bertengkar seperti ini..

ruki melihat uruha. uruha mengelak dari reita. dia terus melihat ruki. tapi reita terus berjalan tanpa menghiraukan uruha dan ruki. ruki melepaskan syal hitamnya dan melemparkannya pada uruha. uruha menangkapnya. dia menatap syal hitam itu. dia memeluknya.

terdengar suara sirine pertanda kereta yang dinaiki ruki akan pergi. reita terhenti. dia membalikkan badannya dan mengejar kereta itu. "RUKIIIIIIIIIII!!"

"hey bodoh!" kata ruki yang melihat reita berlari di samping kereta. "sedang apa kau? pergi sana!"

"gw kagak bakal bisa hidup tanpa lu.."

"jangan gombalin gw! kagak bakal bisa!"

"ruki please.. hosh. hosh."

"reita.. berenti ngejar-ngejar cewek-cewek bodoh itu. fokus mencintai uruha. dia sangat mencintaimu.."

"ruki.. kembali.."

"gw kagak bisa. sampai jumpa reita.." reita dan ruki melakukan tos favorit mereka berdua. dan kereta itu pun pergi meninggalkan reita.

"bila Tuhan berkehendak, dia akan mempertemukan kita kembali. selamat tinggal reita.. aku mencintai kamu.."


-------------------------------------------------------------

begitu taka. mamih berharap kau bisa menjadi anak yang baik untuk mamih.
mamih berharap kamu bisa menyatukan dua cinta itu..
reita mencintai ruki. dan ruki mencintai reita.
mamih telah salah menempatkan diri mamih..
mamih mohon kamu bisa membantu mamih. hanya mamih dan kamu yang tau..
tolong taka..
satukan kembali dua cinta yang terpisah itu..

Love, Takashima Kouyou..

"menyatukan reita dan ruki.. menyarukan takanori dan akira. i'll do it for you, mam.." dan perjuangan taka-chan pun baru saja dimulai.


~TBC~
Share: